Selasa, 03 November 2009

Batuk, Demam, dan Diare

BATUK
Penyakit Batuk
Definisi
Batuk adalah salah satu keluhan yang sering diungkapkan pasien kepada dokter. Batuk sebenarnya adalah suatu cara yang penting bagi tubuh kita untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernafasan kita. Tetapi batuk yang berlebihan dapat berarti bahwa kita mempunyai suatu gangguan atau penyakit.

Batuk ada yang kering, ada pula yang produktif. Batuk produktif adalah batuk yang berdahak. Dahak disebut juga sputum atau reak.

Batuk dapat akut atau kronik.
Ø Batuk akut biasanya timbul mendadak. Seringkali disebabkan oleh masuk angin, influenza, atau infeksi sinus (sinusitis). Batuk akut biasanya hilang setelah 2 sampai 3 minggu.
Ø Batuk kronik biasanya berlangsung lebih dari 2 sampai 3 minggu.

Penyebab Umum
Disamping infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti influenza, penyebab batuk yang paling sering adalah:
Ø Alergi dan asthma
Ø Infeksi paru-paru seperti pneumonia atau bronkitis akut.
Ø Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau bronkitis kronik, ephysema
Ø Sinusitis yang menyebabkan postnasal drip.
Ø Penyakit paru seperti bronkiektasis, tumor paru.
Ø Gastroesophageal reflux disease (GERD) ini artinya cairan lambung balik ke tenggorokan, orangnya suka bertahak asam atau pahit.
Ø Merokok
Ø Terpapar asap rokok (perokok pasif)
Ø Terpapar polutan udara
Ø Obat darah tinggi golongan ACE Inhibi


Perawatan Rumah
Beberapa tips untuk mengurangi batuk:
Ø Permen obat batuk atau permen pedas dapat menolong pada batuk yang kering dan menggelitik. Tidak boleh diberikan pada anak-anak berusia dibawah 3 tahun karena dapat tersedak menyumbat jalan nafas.
Ø Menghirup uap hangat dapat menolong batuk kering dengan cara meningkatkan kelembaban di udara.
Ø Minum lebih banyak cairan dapat mengencerkan dahak di tenggorokan sehingga mudah dibatukkan keluar.


Beberapa obat batuk yang dapat dibeli tanpa resep dokter antara lain yang mengandung:
Ø Guaifenesin (Cohistan Expectorant, Probat, Bisolvon Extra, Actifed Expectorant, dll). Yang harus diingat adalah jika minum obat-obatan yang mengandung Guaifenesin adalah harus minum banyak air.
Ø Dekongestan seperti pseudoephedrine (Actifed, Actifed Expectorant, Disudrin, Clarinase, Rhinos SR, Triaminic, dll). Obat-obatan yang mengandung pseudoephedrine ini dapat digunakan untuk menghentikan pilek encer (meler) dan postnasal drip. Tidak boleh digunakan jika ada penyakit darah tinggi atau untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun kecuali atas resep dokter anda.

Meskipun batuk dapat menjadi gejala yang mengganggu, tetapi batuk adalah cara tubuh kita untuk menyembuhkan dirinya. Beberapa pakar akhir-akhir ini menganjurkan tidak menggunakan penahan batuk pada beberapa situasi. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda sebelum mencoba penahan batuk yang dijual bebas yang mengandung dextromethorphan (Vicks 44, dll).

Jangan mengharapkan atau meminta dokter untuk meresepkan antibiotika untuk infeksi virus seperti influenza atau masuk angin. Antibiotik tidak bekerja terhadap virus. Antibiotik juga tidak mempercepat penyembuhan batuk yang disebabkan alergi.

Hubungi Dokter Anda Jika
Segera ke gawat darurat jika:
Ø Nafas pendek atau sulit bernafas
Ø Pembengkakan di muka dan kerongkongan disertai kesulitan menelan

Segera ke dokter anda jika:
Ø Batuk sangat hebat yang timbul mendadak.
Ø Batuk disertai bunyi nada tinggi pada saat menarik nafas.
Ø Batuk berdarah.
Ø Demam (yang dapat dapat mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri yang memerlukan antibiotika).
Ø Dahak yang kental, berbau busuk, bewarna kuning kehijauan (mengindikasikan adanya suatu infeksi bakteri).
Ø Terpapar dengan seorang penderita TBC.
Ø Penurunan berat badan yang tidak diharapkan atau keringat malam (mengindikasikan terkena TBC).
Ø Batuk lebih dari 10 – 14 hari.
Ø Batuk pada bayi berusia kurang dari 3 bulan.

Apa yang akan dilakukan dokter anda?
Pada keadaan darurat pasien akan diobati pertama-tama untuk menstabilkan kondisinya. Setelah kondisi stabil, maka dokter anda akan menanyakan hal-hal mengenai batuk anda. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter anda:
Ø Apakah batuk berdarah (berapa banyak, berapa sering, sudah berapa lama).
Ø Apakah batuk berdahak? Bagaimana dahaknya, apakah kental dan sulit dibatukkan?
Ø Apakah batuknya parah? Apakah batuknya kering?
Ø Apakah suara batuknya seperti gonggongan?
Ø Bagaimana pola batuk? Apakah timbulnya tiba-tiba? Apakah makin tambah parah akhir-akhir ini? Apakah batuk memburuk di malam hari? Apakah batuk mulai pada saat bangun pagi?
Ø Sudah berapa lama batuk?
Ø Apakah batuk memburuk jika berbaring pada satu sisi?
Ø Apakah batuk periodik disertai muntah?
Ø Gejala-gejala lain apa yang menyertai batuk? Adakah sesak nafas, demam?

Kemudian dokter anda akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk memeriksa telinga, hidung, tenggorokan dan dada anda.

Mungkin dokter anda akan meminta pemeriksaan tambahan seperti:
Ø Foto rontgen dada.
Ø Analisa dahak (jika batuk berdahak).
Ø Test fungsi paru
Ø Scan paru
Ø Bronkoskopi.

Pencegahan
Ø Jangan merokok dan jangan berada dekat-dekat perokok.
Ø Jika anda memiliki alergi musiman usahakan tetap di dalam ruangan selama alergen udara sedang banyak-banyaknya. Jika memungkinkan, tutuplah jendela dan gunakan AC. Hindari kipas angin yang menarik udara dari luar ruangan. Mandilah dan gantilah baju sesudah berada di luar ruangan.
Ø Jika anda memiliki alergi sepanjang tahun, jangan gunakan bantal dan kasur kapuk, gunakan pembersih udara (air purifier) dan jangan piara hewan peliharaan, dan hindari pencetus lainnya.

DIARE

Diare adalah sebuah keadaan dimana seseorang mengalami fase buang air besar lebih dari 3 (tiga) kali sehari dengan konsistensi feces yang cair. Feces pada penderita diare bisa tanpa atau disertai lendir maupun darah, tergantung pada faktor penyebabnya. Diare cair pada anak paling sering disebabkan oleh rotavirus sehingga penanganannya tidak memerlukan antibiotika. Sementara diare yang disertai lendir atau darah (disentri) biasanya disebabkan oleh Shigella sp atau Entamoeba hystolitica, untuk penatalaksanaan diare ini memerlukan pemberian antibiotika yang tepat. Demikian juga diare yang disebabkan oleh Vibrio cholera. Penderita cholera biasanya mengalami buang air besar yang cukup sering (lebih dari 10 kali/hari), feces cair berwarna seperti air cucian beras/leri. Karena banyaknya cairan yang dikeluarkan maka pasien cenderung akan mengalami dehidrasi.
Meskipun tampaknya sederhana, diare pada anak yang tidak ditangani dengan serius dan benar dapat menyebabkan dampak yang cukup serius. Sampai saat ini, diare masih menjadi salah satu penyebab terbanyak kematian balita terutama di negara miskin maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Kematian balita penderita diare ini sebagian besar disebabkan oleh karena dehidrasi yang tidak bisa tertangani.
Keterlambatan untuk mendapatkan pertolongan memegang peranan dalam terjadinya kematian akibat diare tersebut. Seringkali anak di bawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan dehidrasi berat dan disertai penurunan kesadaran atau faktor lainnya seperti kejang, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Padahal dengan terapi awal yang tepat, diare akan mudah disembuhkan
Orang yang sedang mengalami diare akan mengeluarkan banyak cairan melalui cairan feces atau muntah yang sering menyertai diare. Karena itu, langkah tepat yang harus dilakukan adalah memberikan cairan secukupnya. Cairan diberikan untuk menggantikan cairan yang terbuang karena diare maupun muntah serta untuk rumatan/maintenance (mempertahankan kondisi tubuh agar tidak dehidrasi lagi). Ibu-ibu yang balitanya mengalami diare sebaiknya tetap memberikan ASI jika sebelum diare anaknya masih menyusui. Selain itu, anak bisa juga diberi minum lainnya, misalnya susu, kuah sayur, sup, oralit, LGG(larutan gula garam) dan sebagainya.
Jika anak bisa mengkonsumsi makanan, ibu hendaknya memberikan makanan harian. Penelitian menunjukkan bahwa selama diare, terjadi kerusakan pada jonjot-jonjot usus. Pemberian makanan akan mempercepat penyembuhan (healing) kerusakan tersebut. Makanan juga penting untuk suplai gizi pada penderita diare tersebut. Diare dan gizi buruk diketahui merupakan lingkaran setan, gizi buruk mempermudah anak menderita diare dan sebaliknya diare bisa mengakibatkan gizi buruk. Prinsip- prinsip ini berlawanan dengan keyakinan masyarakat dulu bahwa anak yang diare harus dipuasakan, pemberian ASI dihentikan, dan lain-lain. Diperlukan kerjasama semua pihak untuk mensosialisasikan pentingnya rehidrasi untuk mengatasi diare dan mencegah akibat yang lebih buruk.
Pengetahuan dan kesadaran orang tua terhadap masalah kesehatan anak balitanya tentu sangat penting agar anak yang sedang mengalami diare tidak jatuh pada kondisi yang lebih buruk. Orang tua wajib mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan jika anaknya mengalami diare. Pada tahap awal, berikan cairan secara oral dan teruskan pemberian makanan selama anak mau. Jika diare berlanjut dengan frekuensi yang cukup sering (lebih dari enam kali) disertai muntah yang frekuen, atau frekuensi tidak terlalu sering tetapi feces disertai lendir atau darah, sebaliknya anak segera dibawa ke pusat layanan kesehatan untuk mendapatkan terapi lebih lanjut. Pada kasus dehidrasi sedang dan berat penderita diare memerlukan rehidrasi intravena (infus) untuk menggantikan cairan yang hilang.
Namun bagaimanapun tindakan pencegahan tentu lebih baik daripada pengobatan. Pola hidup bersih masih merupakan kunci utama mengatasi penularan penyakit diare ini. Contoh sederhana, kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum makan terbukti menurunkan kejadian diare dengan disentri yang disebabkan oleh bakteri. Selain itu, kita perlu mempertahankan kebiasaan menutup makanan dengan tudung agar lalat atau serangga yang lain tidak hinggap sehingga rantai penularan bisa terputus. Kebiasaan hidup sehat yang sederhana dan mudah ini penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat bahkan sejak dini sudah harus diperkenalkan kepada anak-anak baik di tingkat keluarga maupun di sekolah-sekolah.
A. Faktor pencetus diare :
1. Tangan yang kotor
2. Makanan dan minuman yang terkontaminasi virus dan bakteri
3. Ditularkan oleh binatang peliharaan
4. Kontak langsung dengan feses atau material yang menyebabkan diare ( cara membersihkan diri yang tidak benar setelah ke luar dari toilet)
B. Virus penyebab diare :
Viral gastroenteritis atau yang dikenal sebagai "stomach virus", virus perut.
C. Macam-macam bakteri dan parasit yang biasa menyerang perut :
1. E. Coli bacteria
2. Salmonella enteritidis bacteria
3. Compylobacter bacteria
4. Shigella bacteria
5. Giardo parasite
6. Cryptosporidium parasite
D. Penyebab utama diare :
1. Gizi yang buruk. Keadaan ini melemahkan kondisi tubuh penderita, sehingga timbulnya diare akibat penyakit lain menjadi sering dan semakin parah
2. Ketidakmampuan alat pencernaan seorang bayi untuk memproses susu dapat menyebabkan ia mengalami diare
3. Seorang bayi tidak mampu mencerna makanan yang baru dan belum pernah dia kenali.
4. Akibat alergi terhadap makanan tertentu (makanan laut, udang, dan lain-lain)
5. Penggunaan obat-obatan tertentu yang tidak dapat diterima oleh jaringan tubuh akan menyebabkan penyakit sampingan berupa diare
6. Infeksi dalam perut yang disebabkan virus, cacing, atau bakteri
7. Terlalu banyak makan buah mentah atau makanan berlemak
8. Keracunan makanan
E. Pencegahan Diare :
Meskipun diare dapat disebabkan oleh berbagai hal, tapi penyebab yang paling sering ialah infeksi dan gizi buruk. Dengan kebersihan dan makanan yang baik, kebanyakan diare dapat dicegah.
F. Pengobatan Diare :
Bagi sebagian besar kasus diare, obat-obatan tidak diperlukan. Jika diare dalam skala besar, bahaya yang paling besar adalah dehidrasi. Jadi, bagian paling penting dalam pengobatannya adalah memberikan cukup cairan dan makanan yang baik. Apapun penyebabnya, yang paling penting untuk dilakukan adalah:
1. Mencegah atau mengatasi dehidrasi
2. Memenuhi kebutuhan gizi


Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 370C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya.
Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi. Juga dapat merupakan suatu akibat sebagai pengaruh dari olah raga, cuaca panas atau imunisasi. Suhu tubuh yang normal adalah antara 36C sampai 37 C. Jika anak Anda demam dengan temperatur yang diukur melalui mulut atau telinga 37,8C, atau melalui rektum 38C dan 37,2 C melalui ketiak, kemungkinannya anak Anda terserang demam. Anak-anak biasanya terserang demam lebih tinggi dari pada orang dewasa.
Kejang-kejang
Jika suhu badan naik dengan cepat, biasanya terjadi kejang-kejang. Selama itu, badan, tangan, kaki menjadi kaku, dan gigi terkatup. Kemungkinan juga mata terbalik dan si anak berhenti napas sejenak, muntah, kencing atau buang air besar. Kejang-kejang bisa berlangsung selama satu sampai lima menit. Walaupun sangat mengerikan, kejang demam pada anak usia 6 bulan sampai 4 tahun biasanya tidak serius. Lebih baik periksakanlah anak Anda segera ke dokter.
Kapan Harus Dirawat
Untuk demam yang ringan saja yang menyebabkan kurang nyaman, tidak diperlukan penanganan khusus. Demam itu sendiri merupakan suatu cara bahwa anak itu sedang melawan suatu infeksi. Dokter Anda mungkin menyarankan untuk tidak melakukan apa-apa selama 24 jam. Jika demamnya cukup tinggi dan mengganggu minum, makan, tidur atau kegiatan- kegiatan sehari-harinya, baru harus ditangani.
Pergi ke dokter jika:
1. Seorang anak dibawah 6 bulan terserang demam
2. Demam itu disertai dengan kejang-kejang, menggigil, lesu, pernapasan yang abnormal, kaku tengkuk, sangat gelisah, kebingungan, halusinasi atau tidak dapat ditenangkan.
3. Demam jika disertai sakit kuping, muntah dan/atau diare, sakit pada waktu kencing atau terdapat bercak keunguunguan dikulit.
4. Anak Anda baru dioperasi atau menderita penyakit kronis, seperti ginjal, kanker, diabetes atau mempunyai sejarah kejang-kejang karena demam.
5. Ada tanda-tanda dehidrasi ( mata cekung, atau bercak halus pada kulit, haus terus menerus, kencing sedikit atau tidak sama sekali, detak jantung yang keras dan gelisah terus menerus )
6. Demam dengan suhu 40 C yang tidak turun-turun dalam waktu 4 - 6 jam selama perawatan di rumah
7. Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari.
Perawatan Di rumah
1. Pastikan anak Anda banyak minum dan istirahat yang cukup.
2. Untuk demam dengan suhu 40C, rendamlah anak Anda dalam air hangat selama 15 menit. Jika anak Anda mulai menggigil atau memprotes bahwa airnya mulai dingin, cepat angkat.
3. Hindari memandikan anak Anda jika ia terserang demam tinggi, karena kemungkinan akan meninggikan demamnya.
4. Berikanlah anak Anda acetaminophen dengan dosis yang tepat setiap 4 jam.
Perhatian:
1. Jangan menggunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuhnya
2. Jangan berikan aspirin pada anak Anda atau obat lainnya yang mengandung salicylates.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar